Masakan khas Bandung tak hanya didominasi oleh lalapan atau sayur-sayuran mentah nan segar. Nasi Timbel justru makin terasa nikmat disajikan dengan kuah sayur asam. Menu ini menjadi salah satu unggulan Warung NasiBandung yang bertempat di Jalan Juanda 214 Samarinda. Nasi Timbel ini merupakan nasi pulen yang dibungkus daun pisang.
WARUNG Bandung menyajikan Nasi Timbel Komplit ini dalam nampan rotan yang dilapisi alas daun pisang. Empat macam lauk disajikan bareng sebungkus nasi Timbel, yakni ayam kampung goreng, tahu, tempe dan ikan asin belahan. Sambal pedas disuguhkan dalam lepek mungil menemani menu utama tersebut. "Kami menamai menu ini sebagai Nasi Timbel Set. Menu ini termasuk disukai pengunjung," kata Hendra, Pemilik Warung NasiBandung.
Tak kalah nikmat, menu Nasi Timbel Komplit ini disajikan dengan kuah sayur asam. Rasa asam yang kental dalam semangkuk kuah sayur ini makin menggugah selera. Taburan kacang tanah dan biji emping dalam kuah sayur asam ini menambah kelezatan sendiri.
Gigitan ayam goreng kampungnya tidak terlalu liat bahkan terasa gurih di lidah dengan bumbu kecapnya yang khas. Nasi Timbel Komplit ini bisa dinikmati dengan sambal pedas. "Tapi, sambal ini disajikan sesuai selera pengunjung, apa mau yang pedas atau sedang pedasnya," tutur Hendra.
Pengunjung bisa melahap nasi Timbel Komplit ini dengan menggunakan telapak tangan. Karena nasi pulen ini tidak terlalu lengket di tangan. Selain nasi Timbel, warung ini juga menyajikan masakan khas Bandung, termasuk karedok. Ada pula disajikan menu sop buntut dan sop iga yang juga menjadi favorit pengunjung.
"Kami tak hanya menyajikan masakan khas Bandung. Ada pula menu khas Banjar, Jawa Timur dan Aceh. Kami juga punya menu rawon, nasi goreng dan ikan patin," lanjutnya. Di sni juga tersedia minuman khas Bandung, yakni bandrek. Minuman yang terbuat dari adonan jahe, susu, gula palm ini sangat nikmat disajikan hangat.
Konsep warung makan ini didesain dengan interior ruang keluarga dengan hiasan pigura foto- foto bangunan di Bandung tempo dulu. "Kami ingin pengunjung merasakan makan layaknya di rumah sendiri. Kami juga menyediakan meja-kursi dengan kapasitas 8 orang di ruang tertentu," kata Hendra. Untuk menambah kenyamanan pengunjung, warung yang buka mulai pukul 11.00- 22.00 ini juga menyajikan alunan musik daerah Sunda.
Kuliner Tradisional Sunda Setara Masakan Internasional
Oleh : Ricky (Tribun Jabar)
MASYARAKAT Sunda selayaknya merasa bangga terhadap kekayaan kuliner tradisional yang dimiliki. Bila didata serius boleh jadi ada ratusan jenis menu makanan dan minuman tradisional khas Sunda.
Ragam jenis masakan khas Sunda bahkan bisa mengalahkan kekayaan kuliner suatu negara di belahan dunia lain. Secara umum ada makanan pembuka seperti Soto Bandung. Ada juga makanan utama pendamping nasi seperti hayam bakakak, cumi hideung, sambel goreng ati kentang, semur jengkol, ulukutek leunca, ase cabe hejo, oblo-oblo tempe peteuy cabe hejo, kasreng hejo kacang hejo, dan lainnya.
Makanan khas Sunda lain yang memiliki rasa manis (amis-amis) biasanya dikelompokkan sebagai makanan penutup. Di antaranya putri noong, kelepon, cocorot, gurandil, awug, katimus, misro, dan sebagainya. Ada juga minuman khas seperti es goyobod atau es cingcau.
Satu kelompok makanan Sunda lagi biasa diistilahkan sebagai hahampangan atau makanan ringan. Di antaranya keremes, opak, kolontong, borondong, kalua jeruk, kerupuk melarat, semprong, dan lain sebagainya.
Pemerhati kuliner tradisional Sunda, Ny Euis Ruhyiat menyampaikan upaya melestarikan masakan Sunda bisa dimulai dengan mengenalkan kepada generasi muda. "Sering-seringlah menghidangkan masakan tradisional Sunda di rumah. Atau ajak seluruh anggota keluarga menikmati masakan Sunda bersama di rumah makan Sunda," ujar putri keenam HR Ruhiyat, pendiri Hotel Pangehar ini. (ricky reynald yulman)
Beberapa Makanan Khas Sunda
1. Hayam Bakakak Seekor ayam yang dibakar di atas suluh, setelah dibersihkan dan diberi bumbu khusus. Biasanya juru masak memakai sebilah bambu buat menjepit badan ayam supaya mudah dibolak-balik selama proses pembakaran. Biasanya dihidangkan pada acara pernikahan.
2. Cumi Hideung Cumi yang dimasak selama 2-3 jam bersama tinta dan bumbu-bumbu khusus. Dihidangkan sebagai teman nasi (rencang sangu).
3. Sambal Goreng Ati Kentang Sering dianggap sebagai makanan mewah yang hanya dihidangkan pada waktu-waktu tertentu. Seperti saat lebaran, resepsi pernikahan, khitanan, dan sebagainya.
4 . Sambal Goreng Kentang Mustofa Bahan dasar berupa kentang yang dirajang halus seperti batang korek api. Kemudian diaduk bersama sambal merah. Belum ada keterangan pasti tentang pencantuman kata Mustofa yang terdengar seperti nama orang Arab. Diperkirakan Mustofa adalah nama orang yang mempopulerkan menu ini.
5. Kadedemes atau Oseng Kulit Sampeu Kulit singkong direbus buat menghilangkan getah. Kemudian ditumis lagi bersama bumbu-bumbu serta ditaburi cabe rawit hijau. Setelah masak bentuknya hampir mirip gudeg nangka.
6. Kerupuk Melarat Dibuat dari tepung aci (tapioka) kemudian dimasak hanya menggunakan pasir panas.
7. Putri No'ong Berbahan adonan singkong parut yang dipipihkan, diisi pisang lalu digulung. Campuran itu dikukus dan dihidangkan dengan taburan parutan kelapa.
8. Gurandil Termasuk makanan penutup yang terbuat dari adonan tepung beras, ketan hitam, dan aci. Biasa disajikan dengan taburan kelapa parut, gula putih, atau gula aren. (ricky)
MASAKAN atau Asakan khas Sunda zaman dulu ternyata memiliki rasa pedas yang dominan. Sebab hampir di setiap masakan sayur maupun daging olahan, para orang tua zaman dulu selalu menggunakan cabai sebagai bumbu. Kalau pun tidak memakai bumbu pedas, pastilah ada sambal yang dihidangkan bersama lalaban segar.
Dalam khazanah kuliner Parahyangan sendiri, sambal bisa mencapai puluhan jenis. Sambal dadakan di antaranya sambal combrang, sambal tarasi, sambal cibiuk, sambal bajak, sambal kacang, dan sambal hejo.
Banyak juga asakan Sunda jaman dulu yang memakai cabai sebagai bumbu. Seperti sambal goreng ati kentang, sambal goreng kentang mustofa, ase cabe hejo, rendang jengkol, oblo-oblo tempe peuteuy cabe hejo, kadedemes atau oseng kulit sampeu, dan lainnya.
Pada talkshow Makanan Tradisional Buhun Sunda Peninggalan Nenek Moyang, di Bale Parahyangan Hotel Panghegar, Jumat (11/9) sore, Chef Cook Rohendi mengungkap ada banyak jenis cabai yang dipakai untuk membuat sambal maupun bumbu masakan.
"Ada cabai hijau, cabai merah, cabai rawit atau cengek hejo, cengek beureum, cabai gendot, paprika, dan sebagainya. Mereka sengaja menanam berbagai jenis cabai maupun sayuran di halaman rumah atau kebun masing-masing. Tentu semua sehat karena tanpa diberi pupuk kimia dan zat pengawet," jelas juru masak peraih predikat Super Chef dari sebuah televisi swasta ini.
Dalam acara yang dihadiri tokoh masyarakat Sunda, pengamat kuliner tradisional, pengurus asosiasi perhotelan, serta aktivis Bandung Heritage, Chef Rohendi menyampaikan satu pertanyaan sederhana. Mengapa para orangtua jaman dulu senang membuat dan mengonsumsi masakan pedas?
"Sampai sekarang memang belum ada jawaban pasti. Penasaran, saya tanya-tanya ke para orangtua di kota besar sampai ke pelosok kampung di Jawa Barat. Kemungkinan berbagai masakan pedas itu sengaja dibuat sebagai penghangat tubuh di tengah iklim yang sejuk," ungkap Rohendi.
Ciri khas lain asakan Sunda yaitu kreatif memanfaatkan bahan dasar yang bagi kebanyakan orang dianggap tidak bermanfaat. Misalnya tumis genjer yang bahan dasarnya diambil dari tanaman gulma di sela tanaman padi, sayur kadedemes atau kulit singkong yang seringkali dianggap beracun, goreng impun garing yang terbuat dari ikan-ikan kecil yang hidup liar di sungai, atau tutut, hama keong yang hidup di sawah.
"Di masakan cumi hideung, warna hitamnya berasal dari tinta cumi yang sengaja tidak dibuang. Juga sambal goreng ati sapi atau asakan berbahan jeroan sapi dan ayam. Di beberapa negara bahan-bahan itu tidak diolah jadi makanan karena kadar kolesterolnya tinggi," jelas Rohendi.
GM Hotel Panghegar, Hilwan Saleh, menyampaikan berbagai ciri khas asakan Sunda merupakan wujud kekayaan budaya yang perlu dilestarikan. Malah seharusnya dilindungi dan diperlakukan sebagaimana benda cagar budaya.
"Bila dikaitkan dengan industri pariwisata, eksplorasi apapun terkait masakan tradisional Sunda berpotensi besar jadi obyek wisata. Sebab masyarakat pariwisata internasional menganggap, makan bukan lagi sekadar mengisi perut. Merekapun mencari sensasi baru dengan menikmati makanan khas di suatu daerah," ujar Hilwan.
Rumah Makan Ayam Gantung Bandung atau yang biasa disingkat dengan Rumah Makan AGB terletak di Jalan Jenderal Sudirman (By Pass), Cikokol-Tangerang. Rumah makan ini adalah rumah makan yang menghadirkan nuansa khas Sunda. Begitu berada di depan rumah makan, kita akan disambut oleh bangunan yang berarsitektur Sunda. Setelah masuk ke dalam rumah makan, nuansa Sunda menjadi sangat kental dengan diputarkannya musik-musik sunda berupa tiupan suara seruling. Yang cukup unik disini adalah bangunannya semua terbuat dari bambu.
Untuk menikmati makanan, disini kita bisa memilih antara menggunakan meja seperti biasa atau menikmati makanan secara lesehan di saung. Saya lebih memilih untuk lesehan di saung karena terasa lebih santai, lebih sejuk, dan suasananya lebih mengena.
Dengan bersantai di saung sambil menikmati hidangan lezat, sejenak menghilangkan rasa lelah dan ngantuk saya. Makanannya cukup enak terutama yang saya suka adalah soto bandungnya, dagingnya empuk dipadu dengan kuah soto yang bening dan segar, bener-bener mantap!! Tapi nggak tau kenapa saya kurang sreg dengan kedua sambalnya, mungkin hanya masalah selera saja sehingga saya kurang suka. Overall saya suka dengan tempat ini dan menurut saya memang recommended untuk dikunjungi.
Kota Bandung merupakan surga bagi pencinta kuliner. Di kota ini banyak sekali terdapat beraneka jenis makanan khas yang tidak dijumpai di kota lain di Indonesia. Beberapa jenis makan favorit biasanya menjadi incaran bagi para turis yang datang ke kota ini, baik untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh ataupun hanya sekedar memuaskan lidah untuk mencicipinya.
Peuyeum Bandung
Peuyeum atau tape singkong adalah makanan khas Kota Bandung yang memiliki rasa manis, sedikit asam dan beraroma alkohol. Peuyeum ini dibuat dari singkong yang difermentasikan. Orang sering mengatakan peuyeum sama dengan tape singkong, tetapi sebenarnya terdapat perbedaan yaitu peuyeum lebih kering daripada tape. Hal ini dikarenakan perbedaan dalam proses pembuatan dan penyimpanannya.
Peuyeum dengan kualitas bagus yaitu peuyeum yang baunya dan rasanya enak, manis dan asam. Peuyeum dapat ditemukan di toko oleh-oleh khas Bandung seperti di sekitar Terminal Leuwi Panjang, di Pasar Baru, dan di pasar-pasar tradisional.
SIOMAY
Makanan khas Bandung ini terbuat dari tepung aci dan ikan, diberi bumbu kemudian dikukus, dan disajikan atau dimakan dengan telur rebus, kol, tahu,
kentang dan dicampur dengan saus kacang, yang sudah dibumbui, hampir sama dengan bumbu saos kacang batagor. Siomay ini terdapat di beberapa rumah makan, warung yang ada di kotaBandung.
COLENAK
Orang Bandung memang pandai menciptakan makanan yang unik dengan nama yang unik pula. Seperti halnya dengan makanan yang terbuat dari peuyeum (tape singkong) yang dibakar di atas arang yang kemudian ditaburi dengan saus gula merah dan kelapa parut yang diberi nama colenak, singkatan dari ‘dicocol enak’.
SURABI
Surabi atau serabi adalah makanan khas orang Sunda yang bentuknya seperti pancake namun lebih kecil dan tebal, terbuat dari tepung beras. Surabi dibakar dengan menggunakan alat tradisional yaitu tungku dan cetakan khusus dari tanah liat.
Surabi ini memiliki banyak rasa, dengan rasa yang dianggap paling original khas Sunda yaitu surabi oncom. Sementara itu, di sekitar kampus Enhaii di Jalan Setiabudhi, Bandung terdapat sederetan warung yang menjajakan surabi. Warung ini menawarkan surabi dengan berbagai rasa atau istilah dalam kamus kuliner modern ‘topping’.
Mulai dari oncom, keju, coklat, dan berbagai rasa buah yang menciptakan sensasi rasa manis, asin, pedas, dan lain-lain. Jajanan ini populer di semua lapisan masyarakat dan dapat ditemukan dengan mudah di pasar-pasar tradisional atau di tempat-tempat jajanan dengan harga yang cukup murah.
BATAGOR
Batagor adalah singkatan dari bakso tahu goreng yaitu tahu yang diisi dengan campuran aci (tepung tapioka) dan daging ikan tengiri. Teman makan batagor adalah siomay yang juga terbuat dari campuran aci (tepung tapioka) dan daging ikan tengiri, namun dibungkus dengan kulit pangsit. Keduanya dimakan dengan cara dicocol dengan saus kacang dan kecap.
Makanan ini hampir dapat dijumpai di beberapa tempat yang menjual makanan khas Bandung. Batagor Kingsley dan batagor Riri adalah tempat yang wajib dikunjungi jika ingin mencicipi batagor khas Bandung.
Bahan baku : 750 gram lemak daging dipotong potong -- 1500 ml santan tipis 100 gram daging sapi gajih 100 ml minyak goreng Cengkeh 3 biji 1 batang Kayu manis 3 kapulaga biji dan putih 2 batang Serai 1 / 2 lembar daun kunyit 5 sdm Bawang goreng 1 sdm Garam 4 sdm minyak goreng untuk menumis Ketupat secukupnya
Bahan bumbu lainya : 3 buah Cabe merah 4 siung Bawang putih 4 buah Bawang 1 / 2 sdm ketumbar 1 / 2 sdt jinten 1 / 2 sdt adas manis 1 sdt Lada 2 cm Jahe 2 cm jahe 3 cm Kunyit 3 biji Kemiri
Cara membuat : Merebus daging dengan air, cengkeh, kayu manis, kapulaga, bunga peka, daun jeruk, Serai, kunyit dan garam 1 / 2 matang. Tumis bumbu yang dihaluskan dengan minyak hingga harum dan matang, masukkan rebusan daging, kecilkan api, masak sampai semuanya empuk dan kuah hingga sedikit dan mengental.
Yang paling ngangenin di Bandung adalah aneka makanan yang bisa dengan mudah dijumpai di setiap sudut kota. Mulai dari makanan ringan, jajanan dan panganan bisa kita jumpai baik di kelas gerobak pinggir jalan, warung tenda, café sampai restoran.
Berkunjung ke Bandung kurang afdol bila tanpa menikmati makanan khas sunda. Berbicara masakan sunda tidak akan terlepas dengan lalapan dan goreng-gorengan. Daging gepuk, jeroan, gurami goreng, juga ikan mas akan kita jumpai dalam menu-menu masakan sunda. Nasi timbel ditemani dengan ayam goreng, tempe bacem, ikan asin dengan ditemani sambel terasi dan lalapan akan membuat ngiler lidah Anda.
Anda bisa menemukan rumah makan atau warung yang menyajikan masakan sunda antara lain di: Restoran Sari Sunda, Restoran Dago Panyawangan, Restoran Bale Gazeboo, Restoran Parahyangan, RM Sindang Reret, RM AA Laksana, RM Ampera dll.
MINUMAN KHAS “si Mang Ting Ting”
Bajigur, bandrek, sekoteng adalah minuman hangat khas Bandung. Khusus untuk sekoteng saya sangat hapal setiap malam si mang sekoteng (orang Bandung menyebut tukang penjual dengan sebutan “si mang” yang artinya paman. Kalau di Jawa Tengah atau Jawa Timur disebutnya “Pak de”, kalau di Jakarta disebutnya “si abang”) lewat di depan rumah sekitar jam setengah sepuluh dengan memukul-mukul mangkot dengan sendok berbunyi nyaring “ting…ting….ting….”. Dan saya sering menyebutnya “ si mang ting ting”. Sekoteng adalah minuman yang terdiri dari roti tawar dipotong segi empat, bubur mutiara, di kasih kuah jahe dan ditaburi kacang tanah goreng dan diberi susu. Minuman ini mirip dengan ronde kalau di daerah jawa tengah atau jawa timur. Pengen tau harganya? Cuman 1500-2000 perak!!!.
Untuk Bajigur biasanya dijajakan di siang hari dengan menggunakan gerobak disertai dengan pisang rebus, ubi dan makanan rebusan lainnya. Anda bisa menemuinya minuman-minuman hangat tersebut malam hari di Jl. Cilaki. Wah…asyik banget. Udara dingin sambil nyruput bandrek hangat dibawah rerimbunan pohon-pohon di Jl. Cilaki, sambil ngunyah gorengan. Nyam……
Mau minuman khas yang dingin? Anda bisa menikmati Cendol Elizabeth atau Es Campur Oyen yang sudah melegenda di Bandung. Es krim duren dengan toping tape ketan hitam dengan gelas plastik putih bergambar bulatan-bulatan merah banyak Anda temui dijual dengan menggunakan gerobak. Yang terbaru adalah Sop buah, yang merupakan potongan berbagai macam buah lalu diberi es dan sirop gula.Aduh….segarnya…!Anda bisa jumpai ini di Jalan Cilamaya (samping gedung sate), atau di jalan Tubagus Ismail. Es sekoteng di Taman Cibeunying, serta es goyobod di jalan Kliningan. Es kelapa muda dengan daging kelapanya yang banyak dan lembut dan di campur dengan alpukat akan naik turun jakun kkita melihatnya. Orang Bandung bilang…”siga enak euy….!”
JAJANAN KHAS
Siomay, batagor, mie Kocok, bisa disebut dengan Bandung banget. Bila Anda di Jakarta dan sekitarnya maka Anda akan menemui si abang siomay yang kebanyakan dari daerah Majalengka dengan gerobak yang bertuliskan HOKKIE, itu adalah merek siomay yang terkenal di Bandung.Yang ditiru mereka, yang kalau kita tanya kok pakai nama hokkie mereka sendiri tidak tahu asal-asulnya. Cuman sekedar ikut-ikutan seniornya saja.
Untuk siomay di dekat SPBU pahlawan adalah sangat lezat sekali, harganya juga masih Bandung banget alias masih murah. Batagor Anda bisa temui batagor Riri di jl. Veteran, Batagor Haji Isan. Untuk Mie Kocok ada mie Kocok Mang Deden, ada juga mie kocok faforit saya di deket stasiun. Ada juga martabak Sanfransiska, Martabak Holland Martabak Intisari, atau banyak tukang maratabak di setiap jalan di malam hari dengan harga sekitar 5-10 ribu per porsi!!
Mie bakso adalah makanan kedua bagi warga Bandung setelah nasi. Bubur Ayam juga jangan Anda lupakan. Bubur ayam Amid A di jalan Pajajaran. Yang paling saya kangenin ketika tinggal di luar Bandung adalah habis solat subuh sarapan bubur ayam atau surabi……Ada yang terlewat…. Ada juga colenak (dicocol enak) jajanan tradisional berupa tape yang dibakar llalu di beri kelapa parut dan gula merah. Anda bisa temuakn di Colenak Murdi Putra di Jl. Ahmad Yani.
BAWA OLEH-OLEH BANDUNG ?
Bila Anda selesai berkeliling Bandung dan akan pulang, jangan lupa Bandung punya oleh-oleh yang akan membuat Anda diingat oleh orang yang Anda bawakan. Pisang Molen Kartikasari, Brownies Prima Rasa, Brownies Kukus Amanda adalah makanan kreasi Bandung yang sangat ditunggu oleh teman, saudara atau kolega Anda sekembalinya dari Bandung. Dodol garut, kripik oncom, kripik tempe adalah oleh-oleh tradisional yang identik dengan Bandung. Pasar Baru, Pasar Kosambi, deket terminal Leuwi Panjang adalah tempat – tempat yang menjual oleh-oleh tardisional ini.
RINDU MAKANAN KHAS DAERAH ANDA KETIKA DI BANDUNG ?
Sebagai kota pendidikan, pusat-pusat pelatihan maka di Bandung banyak dihuni pendatang dari daerah lain, sehingga makanan-makan khasnya pun ikut bermuculan di Bandung. Pempek adalah makanan yang bisa dikatakan setelah Palembang maka masyarakat Bandung adalah yang berikutnya penyuka makanan ini. Bebek Darmo, Ayam Goreng Suhart, Ayam Goreng Wong Solo, Empal Gentong Cotto Makasar, Bakso Malang juga akan jumpai di Bandung. Untuk bakso, Bakso Malang Karapitan adalah bakso yang sudah identik dengan Bandung.
WARUNG TENDA
Warung tenda bukan sesuatu yang aneh dibandung. Baik yang konsepnya seperti café maupun seperti warung tenda biasa. Masakan khas sunda, seperti nasi timbel bisa Anda jumpai di dekat masjid Istiqomah, ada juga nasi timbel jl. Mangga, jl. Bawean dan tempat-tempat lainnya.
Untuk malam hariJl. Dago, Jl. Cilaki, Jl. Burangrang, Jl. Dipati Ukur merupakan daerah santapan malam di Bandung. Bila anda menuju ke arah Lembang maka disepanjang jalan Setia Budi Anda akan temui Surabi dengan kreasi baru, juga jagung bakar dan susu murni yang enak disruput dalam keadaan hangat. Roti bakar, pisang bakar maupun Internet singkatan dari Indomei Telur Kornet. Ketan Bakar dimakan dengan sambal oncom juga jangan lupa untuk Anda jajal.
Sumber : http://dieny.wordpress.com/2007/03/03/jajanan-khas-bandung/
Blog ini berisi informasi tentang seputar kota Bandung. Tujuannya adalah membantu para wisatawan yang ingin berkunjung ke kota Bandung sehingga mereka bisa mendapat gambaran tentang kota Bandung itu sendiri. Saya berharap blog ini bisa menjadi salah satu rujukan bagi para turis yang berminat datang untuk tujuan wisata ke kota Bandung.